Bosqu bikin mudah bisnis voucher digital

11:20:27 | 17 Apr 2018
 Bosqu bikin mudah bisnis voucher digital

JAKARTA (IndoTelko) - Era digital menawarkan sejuta peluang bagi mereka yang kreatif.

Digitalisasi yang identik dengan perilaku "mobile first" membuat sejumlah orang menawarkan solusi untuk meningkatkan taraf hidup.

Salah satunya yang ditawarkan Platform Bosqu dengan menawarkan kemudahan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) untuk bermain di bisnis voucher game digital dan payment point online bank (PPOB) melalui aplikasi di smartphone.

"Bosqu ini dulu namanya UWarnet karena memang awalnya dibidik para pengguna dan pemilik Warung Internet (Warnet). Disana kan perputaran uang lumayan kenceng, terutama para gamers dengan kebutuhan voucher digitalnya," papar Chief Technology Officer Bosqu M Rizal Prihandoko di sela-sela Digital Amoeba Fest 2018, belum lama ini.

Seiring berjalannya waktu dan perluasan pangsa pasar ke pemilik warung, maka nama UWarnet berubah menjadi Bosqu (Bosqu.id). "Ini hasil diskusi juga dengan konsumen, mereka sreg dengan nama Bosqu ini. Dan seiring perluasan pasar kami tak hanya menawarkan voucher digital buat game tetapi juga PPOB," katanya.

Lengkapnya, Bosqu menawarkan solusi penjualan voucher game, voucher pulsa, PLN, pembayaran BPJS dan produk digital lainnya. Beberapa vocher game yang dijual keluaran Garena, Steam, Gemschool, Megaxus, dan lainnya.

"Kita kerjasama dengan anak usaha Telkom Metranet yang punya UPoint untuk voucher digital ini," ulasnya.

Dikatakannya, keuntungan bermitra dengan Bosqu adalah dari sisi harga sangat kompetitif dikarenakan kerjasama dengan banyak penyedia voucher sehingga mendapatkan harga yang kompetitif. Ditambah lagi setiap transaksi dapat poin yang bisa ditukar dengan saldo. Di Bosqu juga menawarkan promo-promo menarik. Salah satunya, bonus saldo awal. Saat ini aplikasi Bosqu tersedia di Google Play.

Bosqu sekarang sudah memiliki 2.500 agen dimana 1.300 agen diantaranya aktif dengan transaksi sekitar 9 ribu per bulan. "Pola pemasaran kita online-offline untuk akuisisi agen. Kita rencananya Juli mendatang sudah exit dari program Digital Amoeba," pungkasnya.

Digital Amoeba adalah program inkubator Telkom bagi karyawan yang berkeinginan mendirikan usaha rintisan (Startup) agar bisa menjadi seorang intraprenuer dan innovator.(ad)

Baca Juga:
Quote Of The Day
Herdy Harman
Rubrik ini diasuh oleh Ketua Umum Forum Human Capital Indonesia (FHCI) Herdy Rosadi Harman.

Herdy Rosadi Harman adalah Chief Human Capital Officer (CHCO) Telkom dari 2014 hingga sekarang.

Sebelumnya, Direktur Human Capital Management PT Telkomsel 2012-2014. Merupakan peraih dua magister, MBA dari Telkom University (1993) dan Master of Law American University, Washington, AS (1998).

Salah satu bukunya yang terkenal adalah Strongest by Best People: The Telkomsel Way & Transformasi Human Capital.

Pembaca bisa bertanya seputar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di era transformasi digital melalui email ke alamat Redaksi@IndoTelko.com.

Pengasuh akan menjawab setiap email yang masuk melalui microsite ini

Jangan lupa cantumkan alamat sesuai KTP dan nomor telepon yang bisa dihubungi

More Stories